Mengapa Gelas Berisi Es Mengeluarkan Titik-Titik Air di Bagian Luar?
Gelas berisi es sering mengeluarkan titik-titik air di bagian luarnya, terutama saat cuaca panas atau udara terasa lembap. Banyak orang mengira air tersebut merembes dari dalam gelas. Padahal, fenomena ini terjadi karena proses pengembunan atau kondensasi, yaitu perubahan uap air di udara menjadi cairan ketika menyentuh permukaan yang dingin.
Fenomena sederhana ini berkaitan dengan suhu, kelembapan udara, dan perubahan wujud zat. Proses serupa juga bisa ditemukan pada kaca jendela yang berembun, permukaan botol minuman dingin, hingga cermin kamar mandi setelah seseorang mandi air hangat.
Lantas, bagaimana udara bisa berubah menjadi titik-titik air di luar gelas? Berikut penjelasan ilmiahnya.
Apa Penyebab Gelas Berisi Es Mengeluarkan Titik-Titik Air?
Udara di sekitar kita mengandung uap air, meskipun uap tersebut tidak terlihat oleh mata. Ketika seseorang menuangkan minuman dingin ke dalam gelas, suhu permukaan gelas ikut menurun.
Saat udara yang mengandung uap air bersentuhan dengan permukaan gelas yang dingin, udara di dekat permukaan tersebut mengalami pendinginan. Jika suhunya mencapai titik embun, sebagian uap air akan berubah menjadi tetesan air.
Tetesan inilah yang terlihat menempel di bagian luar gelas. Semakin banyak uap air yang mengembun, semakin banyak pula titik air yang terbentuk.
Jadi, air di bagian luar gelas umumnya bukan berasal dari minuman di dalamnya. Air tersebut berasal dari kelembapan udara di sekitar gelas.
Bagaimana Proses Pengembunan Bisa Terjadi?
1. Suhu gelas menjadi lebih rendah
Ketika es dimasukkan ke dalam gelas, es menyerap energi panas dari minuman dan lingkungan di sekitarnya. Akibatnya, suhu minuman dan permukaan gelas menurun.
Permukaan gelas yang dingin kemudian mendinginkan lapisan udara yang bersentuhan langsung dengannya.
2. Udara mencapai titik embun
Udara memiliki kemampuan menampung uap air dalam jumlah tertentu. Kemampuan ini dipengaruhi oleh suhu. Ketika udara mendingin, jumlah uap air yang dapat dikandungnya sebelum mengalami pengembunan menjadi lebih sedikit.
Titik embun merupakan suhu ketika udara mencapai kondisi jenuh terhadap uap air. Jika permukaan gelas lebih dingin daripada titik embun udara di sekitarnya, uap air dapat mengembun menjadi cairan.
3. Uap air berubah menjadi tetesan
Setelah mengalami pendinginan, sebagian molekul uap air berkumpul dan membentuk tetesan kecil pada permukaan gelas.
Awalnya, tetesan tersebut tampak seperti titik-titik halus. Seiring waktu, beberapa tetesan bisa bergabung menjadi lebih besar dan mengalir ke bawah akibat gravitasi.
Itulah sebabnya bagian luar gelas terkadang terlihat basah, bahkan bisa meninggalkan genangan kecil di atas meja.
Mengapa Titik-Titik Air Lebih Banyak Saat Cuaca Panas?
Gelas berisi es biasanya lebih cepat terlihat basah ketika udara di sekitarnya memiliki kelembapan tinggi. Kondisi ini sering terjadi di daerah tropis, termasuk Indonesia.
Kelembapan relatif menunjukkan seberapa dekat kandungan uap air di udara dengan jumlah maksimum yang dapat ditampung pada suhu tersebut. Ketika kelembapan relatif tinggi, udara mengandung banyak uap air dibandingkan kapasitasnya.
Jika udara lembap menyentuh gelas yang dingin, pengembunan dapat berlangsung lebih mudah. Akibatnya, lebih banyak tetesan air terbentuk di permukaan gelas.
Sebaliknya, ketika udara kering, jumlah uap air yang tersedia untuk mengembun lebih sedikit. Gelas tetap bisa mengeluarkan titik-titik air, tetapi jumlahnya mungkin tidak sebanyak saat udara lembap.
Suhu gelas juga berpengaruh. Semakin rendah suhu permukaan gelas dibandingkan titik embun udara, semakin besar kemungkinan uap air mengembun.
Apakah Air di Luar Gelas Berasal dari Es yang Mencair?
Air yang muncul di luar gelas tidak otomatis berasal dari es yang mencair. Dalam kondisi normal, titik-titik air tersebut terbentuk dari uap air di udara.
Untuk membedakannya, perhatikan kondisi gelas. Jika bagian luar gelas basah meskipun tidak ada kebocoran, kemungkinan besar penyebabnya adalah pengembunan.
Namun, jika gelas mengalami retakan atau memiliki sambungan yang tidak rapat, air dari dalam juga bisa merembes keluar. Karena itu, kondisi wadah tetap perlu diperiksa apabila air terus keluar dalam jumlah yang tidak biasa.
Fenomena ini juga berbeda dari es yang mencair di dalam gelas. Es yang mencair berubah dari wujud padat menjadi cair, sedangkan pengembunan mengubah uap air menjadi cairan.
Keduanya sama-sama menghasilkan air, tetapi berasal dari proses perubahan wujud yang berbeda.
Bagaimana Cara Mengurangi Embun pada Gelas?
Titik-titik air di luar gelas sebenarnya tidak berbahaya. Namun, tetesan yang terus mengalir bisa membuat meja basah atau meninggalkan bekas air pada permukaan kayu.
Ada beberapa cara sederhana untuk mengurangi masalah tersebut.
-
Gunakan gelas berinsulasi. Gelas berdinding ganda atau tumbler berinsulasi membantu mengurangi perpindahan panas sehingga permukaan luarnya tidak terlalu dingin.
-
Gunakan tatakan gelas. Tatakan membantu menampung tetesan air agar tidak langsung membasahi meja.
-
Pilih gelas dengan lapisan luar yang sesuai. Beberapa gelas memiliki lapisan khusus yang membantu menjaga suhu permukaan bagian luar.
-
Keringkan bagian luar gelas. Jika tetesan mulai menumpuk, lap menggunakan kain bersih agar air tidak mengalir ke permukaan meja.
Perlu diingat, mengelap gelas hanya menghilangkan tetesan yang sudah terbentuk. Selama permukaan gelas tetap dingin dan udara di sekitarnya mengandung cukup uap air, pengembunan bisa terjadi kembali.
Pengembunan, Fenomena Sains yang Terjadi Setiap Hari
Titik-titik air pada gelas berisi es merupakan contoh perubahan wujud zat yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini terjadi ketika permukaan dingin membuat udara di sekitarnya mencapai titik embun sehingga uap air berubah menjadi cairan.
Jumlah tetesan yang muncul dipengaruhi oleh suhu permukaan gelas dan kelembapan udara. Karena itu, gelas minuman dingin biasanya lebih mudah berembun ketika udara terasa panas dan lembap.
Fenomena sederhana ini menunjukkan bagaimana suhu dan kondisi udara dapat memengaruhi perubahan wujud air di sekitar kita.
